Temen-temen
tau kan kalo paru-paru itu adalah organ yang penting buat tubuh kita, karena
fungsinya sebagai pernafasan (tempat pertukaran O2 dan CO2).
Berhenti bernafas bisa menyebabkan kematian. Sementara itu, sekarang lingkungan
kita sudah rusak oleh karena polusi, terutama polusi udara, yang tentunya akan
menyebabkan berbagai macam penyakit paru-paru. Berikut adalah beberapa contoh
penyakit paru-paru :
Tuberkulosis (TBC)
- Penyebab: Penyakit TBC
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini
dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
- Gejala: Batuk berdahak lebih
dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah.
Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat
pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi
kurus.
- Pencegahan dan solusi: Bila ada
teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada
baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui
apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala
penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh
seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.
- Pengobatan: Pengobatan untuk
TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan
mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah.
Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus
agar tidak menularkan penyakitnya.
Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.
Asma
- Penyebab: penyempitan sementara
pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan
sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor
keturunan sangat berperan pada penyakit ini.
Alergi terhadap sesuatu dapat menyebabkan selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas. - Gejala: Sesak napas disertai
suara mengi (wheezing)
- Pengobatan: Untuk mengatasi
serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator)
dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan
mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi
serangan asma.
Bronkitis
- Penyebab: peradangan pada bronkus
(saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena
infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
- Gejala: Batuk disertai demam
atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan
bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa
bulan sampai beberapa tahun.
- Pencegahan dan solusi:
Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat
dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan
menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak
menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
- Pengobatan: Untuk pengobatan
bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum
antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya
digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.
Pneumonia
- Penyebab: infeksi yang terjadi
pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau
jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan
bakteri Mycoplasma pneumoniae.
- Gejala: Batuk berdahak dengan
dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga
disertai demam tinggi.
- Pencegahan dan solusi: Selalu
memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat
mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh.
Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga
secara teratur.
- Pengobatan: Apabila telah
menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
Emfisema
- Penyebab: hilangnya elastisitas
alveolus. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar
dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya
dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan
kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas
pada paru-paru ini.
- Gejala: Sesak napas dalam waktu
lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan
penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang
menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
- Pencegahan dan solusi:
Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini.
Berhenti merokok juga sangat penting.
Kanker Paru-paru
- Penyebab: Sel tumor atau kanker
yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker
dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain. Penyebab
utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap
masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan
mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.
Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan. - Gejala: Batuk, sakit pada dada,
sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi
seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila
kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
- Pencegahan dan solusi:
Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi
yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
Kebanyakan penyakit paru-paru disebabkan oleh asap rokok. Jadi buat
temen-temen semua berhenti merokok sekarang juga ya.. hindari juga menjadi
perokok pasif, karena perokok pasif itu lebih berbahaya dibanding perokok
aktif. Cintai paru-paru dengan menghirup udara yang bersih dan menghindari asap
rokok.
Semoga bermanfaat yaa..





0 komentar:
Posting Komentar